Tata Cara Sholat Jenazah Berdasar Tempat Pelaksanannya, Waktu, Pengertian dan Keutamaannya

Tata Cara Sholat Jenazah Berdasar Tempat Pelaksanannya, Waktu, Pengertian dan Keutamaannya

Bagi seorang muslim sangat penting untuk menjalankan kewajibannya untuk beribadah dan berbuat baik. Sangat penting untuk tetap mendoakan sesama umat islam beragama baik kepada hambanya yang masih bernyawa maupun yang sudah tiada. Melakukan shalat jenazah juga memiliki landasan yang pasti. Shalat jenazah wajib dilakukan agar orang yang meninggal tenang dan didoakan. Berikut adalah tata cara sholat jenazah berdasar tempat pelaksanannya, waktu, pengertian dan keutamaannya :

 

 

Untuk tempat pelaksanaan sholat jenazah bisa dilakukan di masjid. Pada dasarnya untuk sholat jenazah di masjid ini cara penyolatannya sama dengan yang dirumah. Yang membedakan adalah bahwa ketika jenazahnya sudah berada di masjid maka para ulama memiliki pendapat yang berbeda – beda. Pendapatnya yakni bahwa ada yang membolehkan untuk jenazah berada didalam masjid namun ada yang berpendapat bahwa itu adalah makruh. Namun dari kesekian pendapat ini terdapat komentar dari Imam An – Nawawi yang berkata bahwa : “Hadits itu dha’if, tidak dapat dijadikan hujjah”.

 

  • Dapat dilaksanakan di rumah

 

Menshalatkan jenazah bisa dilaksanakan di rumah. Hal ini dimaksudkan karena jenazah akan dapat lebih dekat dengan keluarganya namun untuk syarat menshalatkannya tidak ada yang berbeda.

 

  • Tidak boleh dilaksanakan disaat matahari terbit hingga posisinya agak meninggi

 

Melaksanakan shalat jenazah juga memiliki waktu yang tidak diperbolehkan. Waktu yang tidak diperbolehkan ini diantaranya adalah dilaksanakan disaat matahari terbit hingga posisinya agak meninggi. Ibnu Umar meriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda bahwa : Janganlah seseorang dari kalian melaksanakan sholat terhadapnya pada saat matahari terbit dan pada saat terbenamnya,”.
Siapapun diharuskan untuk menghindari menshalatkan jenazah diwaktu matahari terbit hingga posisinya agak meninggi.

 

  • Matahari tepat berada di pertengahan langit

 

Waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat jenazah yang selanjutnya dapat dilihat dari matahari. Dilarang bahwa matahari tepat berada di pertengahan langit dan waktu ini sangat tidak diperbolehkan untuk melakukan shalat jenazah.

Dalilnya :

 

لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ, وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ.(رواه البخري و المسلم)

 

“Tidak ada shalat setelah shalat Subuh sampai matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shalat Ashar sampai matahari tenggelam.” (H.R. Bukhori dan Muslim).

 

  • Ketika matahari tepat diatas kepala

 

Terdapat waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat jenazah. Waktu tersebut adalah ketika matahari berada pada tepat diatas kepala. Posisi matahari ini tidaklah contoh pada arah timur serta juga tidaklah condong pada arah barat.

 

Hadistnya yakni :

 

وَقَالَ كُرَيْبٌ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، صَلَّى النَّبِيُّ ص. م. بَعْدَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ، وَقَالَ: شَغَلَنِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ عَنْ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ

 

Artinya :

 

“Kuraib berkata, dari Ummu Salamah ra: ‘Nabi SAW mengerjakan shalat setelah Ashar sebanyak dua raka`at. Kemudian beliau bersabda: ‘Orang–orang dari Abdul Qais telah menyibukkanku dari shalat dua raka`at setelah Dzuhur.’”

  • Pengertian shalat jenazah

 

Seperti yang diketahui bahwa melaksanakan shalat jenazah bagi hambanya yang beragama muslim adalah fardhu khifayah. Arti dari hukum tersebut adalah diwajibkan. Ini merupakan ibadah yang harus dilakukan sehingga siapapun yang melakukannya akan memenuhi suatu kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat.

 

  • Keutamaannya

 

Dari Abu Hurairah berkata

 

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

 

Artinya :

“Barang siapa menyalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath.

Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.

Terdapat sebuah pertanyaan, ‘Apakah yang dimaksud dua qirath?’ Beliau menjawab, ‘disebutkanlah dua gunung yang begitu besat semisal Gunung Uhud’,” (HR Muslim).

 

Melaksanakan sholat jenazah memiliki landasan hukum yang jelas. Anda sudah dapat menerapkan tata cara sholat jenazah berdasar tempat pelaksanannya, waktu, pengertian dan keutamaannya.

Lifestyle